letih
letih menatap matahari yang tersenyum
letih menjalin mimpi yeng telah habis terkoyak dan terbakar
letih menutup muka dari semua mahkluk yang melihatku
apa aku tarik saja pelatuk pistol
Lalu masukkan moncongnya ke mulutku
lalu biarkan silider timah melewati otak kecilku
yang aku yakin bisa menerbangkan jiwaku melesat dari ragaku
walau akhirnya belatung yang kan memakan dagingku dengan nikmatnya
dan namaku tak jua setenar kurt cobain
ngasal atau musim2an
jujur aje.. gue bingung...
gue yang plin plan, atau musim2an, atau agak sedikit sedenk.. gue gak tau
belakang ini hoby gue menjadi bertambah banyak dan semakin aneh.
1. september gue jadi begitu puitis, trus pengen nulis cerpen or everything tentang tulis menulis
2. masih dibulan september, gue seakan maniac terhadap segala sesuatu berbau art, mulai dari yang berbentuk tulisan, gambar, lukisan, dan segala sesuatu yang bernilai seni (katanya)
3. nopember... punya niad mo ikutan teater, tapi lom kesampaian euy sampe sekarang
4. mulai koleksi novel2 plus kumpulan cerpen, menyita keuangan...
mellow
kenapa gue jadi begitu mellow ketika tau dia dah gak sendiri lagi
kenapa gue ngerasa "dia" saingan gue, saat tau "dia" menjadi sayap kanannya
apa gue masih berharap gue yang menjadi sayap kanannya?
seharusnya gue gak berharap kayak gini
karena gue tau, bersama "dia", dia akan bahagia
tapi gue masih gak bisa ngilangin kesedihan ini.
apa karena gue terlalu mencintainya, atau gue terlalu terobsesi olehnya
gue benci perasaan seperti ini
gue pengen gak ada perasaan kayak gini
gak tau
aku gak tau apa aku sepenuh hatiku saat aku menatapmu
aku gak tau apa aku sepenuh hatiku saat aku memeluk erat tubuhmu
aku gak tau apa aku setulus hatiku saat aku hanyut ketika melumat bibirmu yang begitu tulusnya menikmati ciuman ku
atau ini hanya pelampiasan rasa rinduku kepada yang terdahulu