Pejuang atau Pecundang
Pejuang berlari mengejar dan menggapai
mimpi hati
Pecundang hanya berdiam diri dan berharap
mimpi terjadi
Pejuang tidak mengenal kata kalah dan pantang
menyerah
Pecundang hanya berkeluh kesah dan mudah
pasrah
Pejuang tak henti intropeksi dan perbaiki
diri
Pecundang hanya berpuas dan berbangga diri
Pejuang mengisi hari dengan penuh arti
Pecundang hanya terpaku membiarkan waktu
berlalu
Pejuang menebarkan harum kebaikan ke
penjuru ruang kehidupan
Pecundang hanya membawa dosa bekal
berkelana di dunia
Pejuang...
Aku Melewatkannya Lagi
Dalam gelap dan sunyinya malam
Lonceng kebaikan mencoba membangunka
Mengingatkan akan indahnya pertemuan
Dan nikmatnya melepaskan kerinduan
Namun diri ini tak juga terjagaMasih terbuai mimpi yang membelai hatiTerlelap dalam gelap, terpejam dalam malamDihembus angin godaan, diselimuti dekapan kemalasan
Malam beranjak pergi menyambut pagi
Waktu berlalu tanpa terisi banyak arti
Meninggalkan diri dengan beribu sesal dihati
Aku melewatkannya lagi…
Tiap hari lonceng itu selalu berbunyi dalam sunyi
Tapi aku hanya berdiam diri seolah tuli
Tiap...
Semuanya Pasti
Tak disangka, pada saat yang tak terduga
Lonceng kematian itu berdentang kencang
Membangunkan jiwa, melepaskan raga
Meninggalkan badan berkainkan kafan
Dikuburkan dalam kegelapan
Ditinggalkan keramaian kehidupan
Hanya sunyi sepi yang menemani diri
Kuburan ini menjadi rumah penantian
Dimanakah teman yang kau harapkan
Dimanakah harta yang kau banggakan
Dimanakah tahta yang kau agungkan
Dimanakah dunia yang kau Tuhankan
Semua lenyap dalam senyap dan gelap
Gundukan pasir itu berdesir ditiup angin kehidupan
Membawa berita...
Penghujung Senja
Di penghujung senja ketika cahaya tersapu mega
Lembayung jingga mengukir langit menghias angkasa
Menggulung hari dengan lembaran-lembaran amalan
Menjemput mimpi yang mungkin terjadi esok hari
Perjalanan kehidupan terhentikan seiring kumandang adzan
Kutimbang bekal diri sampai disini karena maut mungkin menjemput
Mengingat kelam malam datang menjelang membawa bayang hitam
Dan hembusan kematian kadang ditiupkan pada saat mata terpejam
Ketakutan mengantarkan jiwa ke peraduan
Bekalku tak jua cukup untuk meraup KasihMu
Pantaskah jiwa bergelimang dosa meraih Cinta
Pantaskah hamba...